This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 Juni 2014

Dusun Punik (Dusun Sekitar Kawasan KPHP Batulanteh)


Dusun Punik Desa Batu Dulang Kecamatan Batulanteh merupakan dusun sekitar kawasan KPHP Batulanteh. Perjalanan menuju dusun ini bisa menggunakan rute Sumbawa Besar-Dusun Semongkat-Dusun Batu Dulang. Akses jalan yang rusak serta banyak tanjakan dan turunan yang curam menjadikan waktu tempuh ke dusun ini ± 1 jam 30 menit dari Sumbawa Besar sebelum menuju Desa Tepal.

Pemukiman Dusun Punik


Dusun yang terletak di ketinggian 870 mdpl ini sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian di bidang perkebunan dan kehutanan. Salah bentuk kegiatannya, yaitu pengembangan hutan rakyat (HR). Mereka mengembangkan HR dengan menerapkan pola tanam tumpang sari. Komoditi terbesarnya yang dihasilkan masyarakat Dusun Punik seperti kopi (arabika, robusta serta kopi luwak), kemiri dan madu hutan. Komoditi tersebut banyak dikirim ke luar pulau Sumbawa hingga ke luar provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

HR Kemiri


Komoditi hasil hutan bukan kayu (HHBK) lainnya yang berpotensi untuk dikembangkan, seperti kayu manis (Cinnamomum burmanii), minyak tengkawang (Shorea sp.), jeruk bali (Citrus maxima). Potensi lainnya yang dapat dikembangkan di dusun ini yaitu sebagai dusun wisata ataupun wisata kebun kopi.

Kopi

Selasa, 03 Juni 2014

Flora Fauna Langka di KPHP Batulanteh



Sejak terbentuknya KPH beberapa potensi sumberdaya hutan mulai terungkap, khususnya di wilayah KPHP Batulanteh. Salah satunya adalah tengkawang (shorea sp.) dalam bahasa Sumbawa disebut dengan prek mayung. Tengkawang endemik di Sumatera, Kalimantan dan Papua, namun keberadaannya di Nusa Tenggara khususnya Sumbawa belum banyak diketahui. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, Tengkawang merupakan salah satu yang dilindungi. Dalam lampiran PP 7/1999 ini ada banyak jenis tengkawang yang dilindungi, namun tengkawang yang telah ditemukan di Sumbawa ini belum diidentifikasi dengan jelas, maka kami menduga bahwa Tengkawang di Sumbawa ini tidak masuk dalam salah satu jenis Tengkawang yang dilindungi.
Kawasan hutan di Kelompok Hutan Batulanteh masih banyak terdapat burung-burung seperti Sempeong, Beo Sumbawa dan Kakatua Jambul Kuning, Punglor. Jenis burung-burung ini banyak dicari oleh para pemerhati burung, tetapi jenis Beo Sumbawa (Gracula religiosa robusta) dan Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) sudah sangat susah ditemukan di kawasan ini. Kakatua Jambul Kuning biasanya bersarang di pohon-pohon Binong (Tetramales nudiflora). Kedua jenis ini masuk dalam kategori dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.
Terdapat juga tanaman Septogarcinia sumbawaensis yang keberadaannya hanya ada di Sumbawa dan Bali. Akan tetapi specimen duplikatnya Leiden, Kew, Arn.Arb., Singapore, Manila, Paris, Lae, New York, Br. Mus, Hawai, Calcutta, Brisbane, Canberra, U.S. Sekarang tanaman tersebut sangat jarang ditemukan kembali di hutan Batulanteh.