This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Sumber Daya Hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumber Daya Hutan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2014

Salah Satu Jenis Usnea yang Terdapat di Kawasan KPHP Batulanteh




Tahi angin pada  Pohon Kemiri

Klasifikasi

Divisi             : Thalophyta
Sub Divisi       : Lichenes
Klass             : Ascholichenes
Sub Klass       : Hymenoascolichenes
Ordo             : Lecanorineae
Famili            : Usneaceae
Genus           : Usnea
Spesies         : Usnea spp
 
Tahi angin/Kayu angin merupakan dua organisme yang terdiri atas cendawan dan ganggang protococcus yang bersimbiosis membentuk suatu kesatuan individu. Keseluruhan tumbuhan umumnya berwarna hijau pucat kebiruan, tumbuhan tegak atau berjumbal, dan panjangnya sampai 30 cm atau lebih. Cabang-cabangnya pejal atau kosong, membentuk talus berupa benang atau ranting, bentuknya bulat memanjang, cabang bervariasi, sering kali kasar, berwarna hijau kelabu, atau hijau kekuningan. Tahi angin/Kayu angin banyak dijumpai di Indonesia terutama  di daerah pegunungan, namun dapat pula dijumpai di dataran rendah dengan kelembaban udara yang cukup tinggi, seperti yang ditemukan di Desa Batudulang Kecamatan Batulanteh. Tahi angin/Kayu angin tumbuh sebagai epifit di batang dan dahan kayu yang tinggi sebab cahaya dan kelembaban tinggi merupakan faktor yang mutlak bagi perkembangannya.
Sebagai epifit Tahi angin/Kayu angin hidup menempel pada cabang atau kulit pepohonan di daerah pegunungan. Keberadaannya sangat bergantung pada tumbuhan inang serta lingkungan yang menjadi tempat tumbuhnya. Tayu angin merupakan obat yang sangat penting dan banyak digunakan sebagai ramuan obat tradisional.

Selasa, 03 Juni 2014

Flora Fauna Langka di KPHP Batulanteh



Sejak terbentuknya KPH beberapa potensi sumberdaya hutan mulai terungkap, khususnya di wilayah KPHP Batulanteh. Salah satunya adalah tengkawang (shorea sp.) dalam bahasa Sumbawa disebut dengan prek mayung. Tengkawang endemik di Sumatera, Kalimantan dan Papua, namun keberadaannya di Nusa Tenggara khususnya Sumbawa belum banyak diketahui. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, Tengkawang merupakan salah satu yang dilindungi. Dalam lampiran PP 7/1999 ini ada banyak jenis tengkawang yang dilindungi, namun tengkawang yang telah ditemukan di Sumbawa ini belum diidentifikasi dengan jelas, maka kami menduga bahwa Tengkawang di Sumbawa ini tidak masuk dalam salah satu jenis Tengkawang yang dilindungi.
Kawasan hutan di Kelompok Hutan Batulanteh masih banyak terdapat burung-burung seperti Sempeong, Beo Sumbawa dan Kakatua Jambul Kuning, Punglor. Jenis burung-burung ini banyak dicari oleh para pemerhati burung, tetapi jenis Beo Sumbawa (Gracula religiosa robusta) dan Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) sudah sangat susah ditemukan di kawasan ini. Kakatua Jambul Kuning biasanya bersarang di pohon-pohon Binong (Tetramales nudiflora). Kedua jenis ini masuk dalam kategori dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.
Terdapat juga tanaman Septogarcinia sumbawaensis yang keberadaannya hanya ada di Sumbawa dan Bali. Akan tetapi specimen duplikatnya Leiden, Kew, Arn.Arb., Singapore, Manila, Paris, Lae, New York, Br. Mus, Hawai, Calcutta, Brisbane, Canberra, U.S. Sekarang tanaman tersebut sangat jarang ditemukan kembali di hutan Batulanteh.